- Daftar
- 26 Apr 2020
- Poin
- 1,033
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Topik: Kelainan dan Gangguan pada Sistem Gerak Manusia
Tujuan Pembelajaran: Menganalisis kelainan atau gangguan pada sistem gerak melalui penafsiran informasi atau data.
Petunjuk Pengerjaan:
Seorang wanita berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri punggung yang terus-menerus dan postur tubuh yang semakin membungkuk (kifosis). Ia mengaku tinggi badannya berkurang sekitar 2 cm dalam lima tahun terakhir. Pasien memiliki riwayat jarang mengonsumsi susu dan kurang aktivitas fisik di masa mudanya. Hasil pemindaian tulang (bone scan) menunjukkan penurunan massa tulang yang signifikan dibandingkan rata-rata orang seusianya.
Kasus 2: Atlet yang Cedera
Seorang pemain sepak bola tiba-tiba terjatuh saat pertandingan setelah kakinya terbentur keras oleh pemain lawan. Ia merasakan nyeri hebat di bagian tulang kering (tibia) dan tidak bisa berdiri. Pada pemeriksaan fisik, terlihat pembengkakan (edema) dan perubahan bentuk (deformitas) pada tungkai bawah. Hasil foto rontgen menunjukkan adanya garis patahan yang memisahkan tulang menjadi dua bagian namun tidak menembus kulit.
Kasus 3: Kaki yang Membengkok
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ke posyandu. Ibunya khawatir karena kaki anaknya terlihat melengkung menyerupai huruf O saat berdiri atau berjalan. Anak tersebut diketahui jarang bermain di luar rumah (kurang terpapar sinar matahari) dan memiliki riwayat alergi susu sapi sehingga asupan kalsiumnya rendah.
Kasus 4: Sendi yang Membengkak
Seorang pria berusia 50 tahun mengeluh nyeri hebat, kemerahan, dan bengkak pada persendian jempol kakinya, terutama di pagi hari. Nyeri ini sering kambuh setelah ia mengonsumsi makanan seperti jeroan dan kacang-kacangan. Hasil tes darah menunjukkan kadar asam urat pasien mencapai 9,0 mg/dL (Normal laki-laki: 3,4 – 7,0 mg/dL).
Kasus 5: Kekakuan Otot
Seorang pekerja bangunan tidak sengaja menginjak paku berkarat di lokasi konstruksi seminggu yang lalu. Lukanya kecil dan sudah kering, namun sekarang ia merasakan rahangnya kaku dan sulit dibuka. Ia juga mengalami kejang otot yang menyakitkan di punggung dan leher. Dokter segera memberikan penanganan darurat karena mencurigai adanya infeksi bakteri Clostridium tetani.
Topik: Kelainan dan Gangguan pada Sistem Gerak Manusia
Tujuan Pembelajaran: Menganalisis kelainan atau gangguan pada sistem gerak melalui penafsiran informasi atau data.
Petunjuk Pengerjaan:
- Bacalah setiap studi kasus dengan cermat.
- Analisis data atau gejala yang disajikan (keluhan pasien, hasil rontgen, atau data laboratorium).
- Jawablah pertanyaan analisis yang menyertai setiap kasus dengan tepat.
Bagian 1: Studi Kasus
Kasus 1: Nyeri pada Orang TuaSeorang wanita berusia 65 tahun datang ke dokter dengan keluhan nyeri punggung yang terus-menerus dan postur tubuh yang semakin membungkuk (kifosis). Ia mengaku tinggi badannya berkurang sekitar 2 cm dalam lima tahun terakhir. Pasien memiliki riwayat jarang mengonsumsi susu dan kurang aktivitas fisik di masa mudanya. Hasil pemindaian tulang (bone scan) menunjukkan penurunan massa tulang yang signifikan dibandingkan rata-rata orang seusianya.
Kasus 2: Atlet yang Cedera
Seorang pemain sepak bola tiba-tiba terjatuh saat pertandingan setelah kakinya terbentur keras oleh pemain lawan. Ia merasakan nyeri hebat di bagian tulang kering (tibia) dan tidak bisa berdiri. Pada pemeriksaan fisik, terlihat pembengkakan (edema) dan perubahan bentuk (deformitas) pada tungkai bawah. Hasil foto rontgen menunjukkan adanya garis patahan yang memisahkan tulang menjadi dua bagian namun tidak menembus kulit.
Kasus 3: Kaki yang Membengkok
Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ke posyandu. Ibunya khawatir karena kaki anaknya terlihat melengkung menyerupai huruf O saat berdiri atau berjalan. Anak tersebut diketahui jarang bermain di luar rumah (kurang terpapar sinar matahari) dan memiliki riwayat alergi susu sapi sehingga asupan kalsiumnya rendah.
Kasus 4: Sendi yang Membengkak
Seorang pria berusia 50 tahun mengeluh nyeri hebat, kemerahan, dan bengkak pada persendian jempol kakinya, terutama di pagi hari. Nyeri ini sering kambuh setelah ia mengonsumsi makanan seperti jeroan dan kacang-kacangan. Hasil tes darah menunjukkan kadar asam urat pasien mencapai 9,0 mg/dL (Normal laki-laki: 3,4 – 7,0 mg/dL).
Kasus 5: Kekakuan Otot
Seorang pekerja bangunan tidak sengaja menginjak paku berkarat di lokasi konstruksi seminggu yang lalu. Lukanya kecil dan sudah kering, namun sekarang ia merasakan rahangnya kaku dan sulit dibuka. Ia juga mengalami kejang otot yang menyakitkan di punggung dan leher. Dokter segera memberikan penanganan darurat karena mencurigai adanya infeksi bakteri Clostridium tetani.
2: Analisis Data dan Informasi
Berdasarkan kasus-kasus di atas, lengkapi tabel analisis berikut ini:| No. Kasus | Identifikasi Gangguan (Diagnosis) | Data/Informasi Kunci yang Mendukung Analisis Anda | Penyebab Utama & Mekanisme Singkat Terjadinya |
| Kasus 1 | (Contoh: Osteoporosis) | Usia 65 th, postur membungkuk, tinggi berkurang, penurunan massa tulang. | Penurunan hormon (menopause) dan kurang kalsium menyebabkan resorpsi tulang lebih cepat dari pembentukannya. |
| Kasus 2 | ... | ... | ... |
| Kasus 3 | ... | ... | ... |
| Kasus 4 | ... | ... | ... |
| Kasus 5 | ... | ... | ... |
Bagian 3: Pertanyaan Pemecahan Masalah
- Analisis Pencegahan: Berdasarkan Kasus 1 dan Kasus 3, jelaskan hubungan antara gaya hidup (pola makan dan aktivitas) dengan kesehatan tulang!
- Analisis Penanganan: Pada Kasus 2, mengapa jenis patah tulang tersebut dikategorikan sebagai fraktur tertutup? Apa pertolongan pertama yang tidak boleh dilakukan pada kondisi tersebut?
- Sintesis: Bandingkan penyebab gangguan pada Kasus 4 dan Kasus 5. Manakah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme dan manakah yang disebabkan oleh infeksi? Jelaskan perbedaan dampaknya pada sistem gerak.