Struktur dan Fungsi pada Sistem Saraf

Pernahkah kalian refleks menarik tangan saat menyentuh panci panas? Atau otomatis menangkis bola yang tiba-tiba melayang ke arah kalian? Semua itu terjadi berkat kerja luar biasa dari **sistem saraf** kita. Yuk, kita bedah bagaimana sistem ini bekerja!

1. Pembagian Besar Sistem Saraf​

Sistem saraf manusia itu ibarat jaringan komunikasi raksasa yang dibagi menjadi dua kelompok utama:
  • Sistem Saraf Pusat (SSP): Terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Ini adalah "kantor pusat" yang mengolah semua informasi.
  • Sistem Saraf Perifer/Tepi (SST): Terdiri dari 12 pasang saraf kranial (di kepala) dan 31 pasang saraf spinal (di tulang belakang). Tugasnya menghubungkan kantor pusat dengan seluruh bagian tubuh.


2. Mengenal Organ Utama Kita​

A. Otak (Pusat Kendali Utama)​

  • Otak Besar (Serebrum): Bagian terbesar yang mengontrol aktivitas sensorik, motorik, hingga kecerdasan kita.
  • Otak Kecil (Serebelum): Terletak di bagian belakang bawah. Fungsinya sangat penting untuk menjaga keseimbangan, koordinasi gerakan otot, dan mempertahankan tonus otot.

B. Sumsum Tulang Belakang​

Struktur silinder yang memanjang dari dasar tengkorak hingga punggung bawah. Fungsinya menyampaikan sensasi ke otak dan berperan penting dalam gerak refleks serta aktivitas motorik sadar.


3. Sel Saraf (Neuron): Si Pembawa Pesan​

Tubuh kita punya miliaran sel saraf yang disebut **neuron**. Berdasarkan fungsinya, ada tiga jenis neuron yang bekerja sama:
  1. Neuron Aferen (Sensorik): Membawa informasi dari indera (reseptor) menuju ke Sistem Saraf Pusat.
  2. Interneuron: Ditemukan di dalam Sistem Saraf Pusat (jumlahnya 99% dari seluruh neuron) dan berfungsi mengintegrasikan respons.
  3. Neuron Eferen (Motorik): Membawa perintah dari pusat saraf menuju ke otot atau kelenjar (efektor) untuk melakukan gerakan.
Bagaimana pesan terkirim? Pesan dikirim melalui impuls elektrokimia. Urutannya: Dendrit menerima impuls → Badan sel → Akson → Ujung akson (sinapsis) → Zat neurotransmiter dilepaskan untuk menyeberang ke neuron berikutnya.


4. Gerak Refleks: Jalur Pintas Keamanan​

Gerak refleks adalah respons otomatis yang terjadi tanpa harus selalu melibatkan otak terlebih dahulu demi memperlancar proses tubuh atau melindungi diri. Jalurnya disebut **lengkung refleks**, di mana impuls sensorik langsung diteruskan ke neuron motorik melalui sumsum tulang belakang.


5. Gangguan pada Sistem Saraf​

Terkadang, sistem saraf kita bisa mengalami masalah, seperti:
  • Saraf Kejepit: Gangguan yang muncul akibat adanya tekanan pada saraf yang mengganggu mobilitas.
  • Ataksia: Gangguan koordinasi gerak tubuh dan keseimbangan akibat masalah di otak.
  • Tremor: Gerakan gemetar berulang yang tidak disengaja, biasanya karena gangguan di area otak pengatur otot.
  • Epilepsi: Serangan mendadak akibat impuls listrik berlebihan pada sel saraf di otak.


Analogi Sederhana:

Bayangkan sistem saraf seperti layanan pesan antar (delivery). Reseptor (indera) adalah pelanggan yang memesan. Neuron Aferen adalah kurir yang membawa pesanan ke Restoran (SSP). Di restoran, Interneuron (koki) mengolah pesanan tersebut. Setelah siap, Neuron Eferen adalah kurir yang mengantar makanan (perintah gerak) kembali ke **Alamat Tujuan (Otot)** agar makanan bisa dinikmati (gerakan dilakukan).
Back
Top