1.1 Enzim

  • Thread starter Thread starter Lalu
  • Start date Start date
  • Views Views: 25
  • Balasan Balasan: 2
  • Tags Tags
    enzim
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.

Lalu

Guru
Anggota Staf
Daftar
26 Apr 2020
Poin
1,033
Materi berikut merupakan Bagian 3 dari artikel "Enzim". Bagian ini disusun berdasarkan materi pada dokumen yang Anda unggah. Karena dokumen tidak memuat pembahasan khusus mengenai peranan enzim, bagian tersebut dikembangkan dengan penjelasan tambahan yang relevan, sedangkan ringkasan tetap mengacu pada keseluruhan materi dalam sumber.


Peranan Enzim dalam Kehidupan​

Enzim merupakan komponen yang sangat penting bagi semua makhluk hidup. Hampir setiap reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel memerlukan bantuan enzim agar dapat berlangsung dengan cepat dan efisien. Tanpa enzim, sebagian besar reaksi metabolisme akan berjalan sangat lambat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan energi dan materi bagi organisme.

Peranan enzim tidak hanya terbatas pada proses metabolisme di dalam tubuh, tetapi juga dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, industri, pangan, hingga bioteknologi.


1. Peranan Enzim dalam Tubuh Makhluk Hidup​

a. Membantu Proses Pencernaan​

Salah satu fungsi enzim yang paling dikenal adalah membantu mencerna makanan menjadi molekul yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh usus.

Beberapa contoh enzim pencernaan antara lain:

EnzimSubstratProduk
AmilaseAmilumMaltosa
PepsinProteinPepton
TripsinProteinPeptida
LipaseLemakAsam lemak dan gliserol
Contoh sederhana dapat diamati ketika mengunyah nasi. Enzim amilase dalam air liur mengubah amilum menjadi maltosa sehingga nasi terasa lebih manis setelah dikunyah cukup lama.


b. Menghasilkan Energi​

Respirasi sel berlangsung melalui puluhan tahapan reaksi kimia yang masing-masing dikatalisis oleh enzim tertentu.

Tanpa enzim, glukosa tidak dapat diuraikan secara efisien menjadi energi dalam bentuk ATP yang digunakan untuk berbagai aktivitas kehidupan.


c. Membantu Pembentukan Senyawa Baru​

Selain menguraikan senyawa, enzim juga berperan dalam proses sintesis berbagai molekul penting, seperti:

  • protein,
  • DNA,
  • RNA,
  • lemak,
  • glikogen.
Proses ini merupakan bagian dari metabolisme anabolisme.


d. Menetralkan Zat Berbahaya​

Beberapa enzim berfungsi melindungi sel dari senyawa beracun.

Contohnya adalah enzim katalase yang menguraikan hidrogen peroksida (H₂O₂), hasil samping respirasi sel yang bersifat toksik, menjadi air dan oksigen sehingga tidak merusak sel.


Peranan Enzim dalam Industri​

Selain berfungsi di dalam tubuh makhluk hidup, enzim juga banyak dimanfaatkan dalam berbagai industri karena mampu mempercepat reaksi kimia tanpa menghasilkan limbah berbahaya.

1. Industri Pangan​

Enzim digunakan untuk meningkatkan kualitas maupun mempercepat proses pengolahan makanan.

Contohnya:

  • amilase pada industri roti,
  • protease pada pembuatan keju,
  • pektinase untuk menjernihkan sari buah,
  • laktase untuk menghasilkan susu rendah laktosa.

2. Industri Deterjen​

Banyak deterjen modern mengandung campuran enzim, seperti:

  • protease,
  • lipase,
  • amilase.
Enzim-enzim tersebut membantu menghilangkan noda protein, minyak, dan pati pada pakaian sehingga pencucian menjadi lebih efektif.


3. Industri Tekstil​

Enzim dimanfaatkan untuk:

  • menghaluskan kain,
  • menghilangkan sisa pati,
  • memperbaiki kualitas serat tekstil.

4. Industri Kertas​

Dalam industri kertas, enzim membantu proses pemutihan pulp sehingga penggunaan bahan kimia dapat dikurangi.


Peranan Enzim dalam Kedokteran​

Di bidang kesehatan, enzim memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • membantu diagnosis penyakit melalui pemeriksaan aktivitas enzim tertentu dalam darah,
  • digunakan sebagai obat pada terapi gangguan pencernaan,
  • membantu proses penyembuhan luka,
  • dimanfaatkan dalam produksi berbagai antibiotik.
Contoh yang dijelaskan dalam materi adalah penisilin yang bekerja sebagai inhibitor kompetitif terhadap enzim transpeptidase pada bakteri sehingga pembentukan dinding sel bakteri terhambat dan bakteri mati.


Peranan Enzim dalam Bioteknologi​

Kemajuan bioteknologi sangat bergantung pada kerja enzim.

Beberapa contohnya adalah:

  • produksi insulin rekombinan,
  • teknologi PCR menggunakan enzim DNA polimerase,
  • rekayasa genetika,
  • pembuatan bioetanol,
  • produksi vaksin modern.
Enzim dipilih karena mampu bekerja secara spesifik sehingga hasil yang diperoleh lebih akurat dibandingkan penggunaan katalis kimia biasa.


Ringkasan Materi​

Enzim merupakan katalis biologis yang mempercepat reaksi metabolisme tanpa ikut habis bereaksi. Hampir seluruh proses metabolisme di dalam sel bergantung pada kerja enzim.

Sebagian besar enzim tersusun atas apoenzim dan gugus prostetik (koenzim atau kofaktor). Gabungan keduanya membentuk holoenzim, yaitu bentuk enzim yang aktif.

Enzim bekerja dengan cara mengikat substrat pada sisi aktif sehingga terbentuk kompleks enzim-substrat. Setelah reaksi berlangsung, produk dilepaskan dan enzim kembali ke bentuk semula sehingga dapat digunakan kembali.

Mekanisme kerja enzim dijelaskan melalui dua teori, yaitu Lock and Key dan Induced Fit. Teori Induced Fit lebih mampu menjelaskan fleksibilitas sisi aktif enzim sesuai hasil penelitian modern.

Aktivitas enzim dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu suhu, pH, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, aktivator, dan inhibitor. Setiap enzim memiliki kondisi optimum agar dapat bekerja secara maksimal.

Dalam kehidupan, enzim berperan penting dalam pencernaan, respirasi, fotosintesis, sintesis biomolekul, industri pangan, kesehatan, serta berbagai bidang bioteknologi.


Glossarium​

IstilahPengertian
AktivatorZat yang meningkatkan aktivitas enzim.
ApoenzimBagian protein penyusun enzim.
DenaturasiKerusakan struktur protein akibat suhu atau pH ekstrem sehingga enzim kehilangan fungsi.
Energi aktivasiEnergi minimum yang diperlukan agar reaksi kimia dapat dimulai.
EnzimKatalis biologis yang mempercepat reaksi kimia dalam makhluk hidup.
HoloenzimEnzim aktif yang terdiri atas apoenzim dan gugus prostetik.
InhibitorZat yang menghambat aktivitas enzim.
Inhibitor kompetitifInhibitor yang bersaing dengan substrat menempati sisi aktif enzim.
Inhibitor nonkompetitifInhibitor yang berikatan pada sisi alosterik sehingga mengubah bentuk sisi aktif enzim.
KatalisZat yang mempercepat reaksi kimia tanpa ikut habis bereaksi.
KoenzimMolekul organik nonprotein yang membantu kerja enzim.
KofaktorIon logam atau molekul anorganik yang membantu kerja enzim.
MetabolismeSeluruh reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel.
pH optimumNilai pH ketika aktivitas enzim mencapai maksimum.
Sisi aktifBagian enzim tempat substrat berikatan.
SubstratMolekul yang diubah oleh enzim menjadi produk.

 

Cara Kerja Enzim dan Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim​

Cara Kerja Enzim​

Enzim merupakan katalis biologis yang mempercepat reaksi kimia di dalam sel tanpa ikut habis bereaksi. Meskipun mempercepat reaksi, enzim tidak mengubah hasil akhir reaksi, melainkan hanya mempercepat proses perubahan substrat menjadi produk.

Proses kerja enzim berlangsung melalui interaksi antara enzim dan substrat. Substrat adalah molekul yang akan diubah oleh enzim menjadi produk. Setiap enzim memiliki sisi aktif (active site) yang bentuknya sesuai dengan substrat tertentu sehingga hanya substrat yang tepat yang dapat berikatan dengan enzim.

Sebagai contoh, enzim katalase yang terdapat pada sel hati mampu menguraikan hidrogen peroksida (H₂O₂), yaitu zat sisa hasil respirasi yang bersifat toksik, menjadi air (H₂O) dan oksigen (O₂). Reaksi ini penting untuk melindungi sel dari kerusakan akibat penumpukan hidrogen peroksida.


Tahapan Kerja Enzim​

Secara umum, mekanisme kerja enzim berlangsung melalui beberapa tahapan berikut.

1. Substrat Mendekati Enzim​

Reaksi dimulai ketika molekul substrat bergerak mendekati enzim. Jika bentuk substrat sesuai dengan sisi aktif enzim, maka keduanya akan saling berikatan.

Ikatan ini bersifat sementara sehingga enzim dapat digunakan kembali setelah reaksi selesai.


2. Terbentuk Kompleks Enzim–Substrat​

Setelah substrat menempel pada sisi aktif, terbentuklah kompleks enzim–substrat.

Pada tahap ini enzim memberikan tekanan terhadap ikatan kimia pada substrat sehingga energi aktivasi menurun dan reaksi berlangsung lebih mudah.

Tahap ini merupakan inti dari proses katalisis oleh enzim.


3. Substrat Diubah Menjadi Produk​

Setelah reaksi berlangsung, struktur kimia substrat berubah menjadi satu atau lebih molekul produk.

Pada contoh reaksi katalase:

H₂O₂ → H₂O + O₂
Air dan oksigen yang terbentuk merupakan hasil akhir reaksi enzimatis.


4. Produk Dilepaskan​

Produk hasil reaksi kemudian dilepaskan dari sisi aktif enzim.

Enzim kembali ke bentuk semula sehingga dapat mengikat substrat berikutnya dan mengulangi proses yang sama berkali-kali.

Inilah alasan mengapa enzim tidak habis meskipun telah digunakan dalam banyak reaksi.


Ilustrasi Mekanisme Kerja Enzim​

Urutan kerja enzim dapat diringkas sebagai berikut.

Enzim + Substrat


Kompleks Enzim–Substrat


Produk Terbentuk


Produk Dilepaskan


Enzim Siap Digunakan Kembali


Teori Cara Kerja Enzim​

Para ilmuwan mengembangkan beberapa teori untuk menjelaskan bagaimana enzim berikatan dengan substrat. Dua teori yang paling dikenal adalah Lock and Key dan Induced Fit.


1. Teori Lock and Key (Teori Gembok dan Anak Kunci)​

Teori Lock and Key dikemukakan oleh Emil Fischer pada tahun 1894.

Menurut teori ini, bentuk sisi aktif enzim bersifat tetap dan hanya dapat ditempati oleh substrat yang bentuknya sesuai, seperti hubungan antara gembok dan anak kunci.

Mekanisme​

  1. Enzim memiliki sisi aktif dengan bentuk tertentu.
  2. Substrat yang sesuai akan masuk ke sisi aktif.
  3. Terbentuk kompleks enzim-substrat.
  4. Reaksi berlangsung sehingga terbentuk produk.
  5. Produk dilepaskan dan enzim dapat digunakan kembali.
Karena bentuk sisi aktif dianggap tetap, teori ini menjelaskan mengapa setiap enzim memiliki spesifisitas yang tinggi terhadap substratnya.

Kelebihan​

  • Mudah menjelaskan sifat spesifik enzim.
  • Menjelaskan mengapa hanya substrat tertentu yang dapat dikatalisis.

Keterbatasan​

Teori ini tidak dapat menjelaskan fakta bahwa struktur enzim sebenarnya tidak sepenuhnya kaku. Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa sisi aktif enzim bersifat fleksibel.


2. Teori Induced Fit (Teori Induksi Pas)​

Teori Induced Fit dikemukakan oleh Daniel Koshland pada tahun 1958 sebagai penyempurnaan teori Lock and Key.

Menurut teori ini, sisi aktif enzim tidak bersifat kaku, tetapi dapat sedikit berubah bentuk ketika substrat mendekat.

Perubahan bentuk tersebut menyebabkan enzim mampu mencengkeram substrat dengan lebih tepat sehingga proses katalisis berlangsung lebih efisien.

Mekanisme​

  1. Substrat mendekati sisi aktif enzim.
  2. Sisi aktif sedikit berubah bentuk mengikuti substrat.
  3. Terbentuk kompleks enzim-substrat yang lebih stabil.
  4. Reaksi berlangsung lebih cepat.
  5. Produk dilepaskan dan enzim kembali ke bentuk semula.

Keunggulan Teori Induced Fit​

  • Lebih sesuai dengan hasil penelitian modern.
  • Menjelaskan fleksibilitas struktur protein enzim.
  • Menjelaskan mengapa kerja enzim sangat efisien.
Saat ini teori Induced Fit lebih banyak digunakan untuk menjelaskan mekanisme kerja enzim dibandingkan teori Lock and Key, meskipun kedua teori tetap dipelajari sebagai bagian dari perkembangan ilmu biologi.


Perbandingan Kedua Teori​

AspekLock and KeyInduced Fit
Bentuk sisi aktifTetapFleksibel
Perubahan bentuk enzimTidak adaAda sedikit perubahan
Kesesuaian dengan penelitian modernLebih sederhanaLebih akurat
Tingkat efisiensiBaikLebih tinggi

Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim​

Aktivitas enzim tidak selalu sama. Kerja enzim dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Jika kondisi lingkungan tidak sesuai, aktivitas enzim akan menurun bahkan dapat berhenti sama sekali.

Berdasarkan materi pada sumber, faktor-faktor yang memengaruhi kerja enzim meliputi suhu, pH, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, aktivator, dan inhibitor.


1. Suhu​

Suhu merupakan faktor yang sangat memengaruhi aktivitas enzim.

Suhu Rendah​

Pada suhu rendah, energi kinetik molekul menurun sehingga tumbukan antara enzim dan substrat menjadi lebih sedikit.

Akibatnya:

  • reaksi berlangsung lambat,
  • aktivitas enzim menurun,
  • enzim belum mengalami kerusakan permanen.
Jika suhu kembali dinaikkan ke kondisi optimum, aktivitas enzim dapat pulih.

Suhu Optimum​

Setiap enzim memiliki suhu optimum, yaitu suhu ketika aktivitas enzim mencapai tingkat maksimum.

Pada manusia, sebagian besar enzim bekerja optimum sekitar 37°C, sesuai dengan suhu tubuh normal. (Penjelasan tambahan.)

Suhu Tinggi​

Jika suhu terlalu tinggi, struktur protein penyusun enzim mengalami denaturasi.

Akibatnya:

  • bentuk sisi aktif berubah,
  • substrat tidak dapat berikatan,
  • enzim kehilangan aktivitas secara permanen.
Percobaan menggunakan ekstrak hati ayam menunjukkan bahwa enzim katalase menghasilkan gelembung oksigen paling banyak pada suhu normal, sedangkan pada suhu yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi aktivitasnya menurun.


2. pH​

Selain suhu, setiap enzim juga memiliki pH optimum.

Perubahan pH menyebabkan perubahan muatan listrik pada asam amino penyusun enzim sehingga bentuk sisi aktif dapat berubah.

Akibatnya, substrat tidak lagi dapat berikatan secara sempurna.

Contoh pH Optimum Enzim​

EnzimpH OptimumTempat Bekerja
Pepsin±2 (asam)Lambung
Amilase±7 (netral)Mulut
Tripsin±8 (basa)Usus halus
Data tersebut menunjukkan bahwa setiap enzim telah beradaptasi dengan lingkungan tempat kerjanya.


3. Konsentrasi Enzim​

Jumlah enzim memengaruhi kecepatan reaksi.

Jika jumlah substrat mencukupi, maka semakin tinggi konsentrasi enzim:

  • semakin banyak kompleks enzim-substrat terbentuk,
  • semakin cepat reaksi berlangsung,
  • semakin banyak produk yang dihasilkan dalam waktu tertentu.
Namun apabila jumlah substrat terbatas, penambahan enzim tidak lagi meningkatkan kecepatan reaksi secara signifikan. Percobaan pada enzim katalase dalam sumber menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi katalase meningkatkan volume gas oksigen yang dihasilkan pada setiap interval waktu.


4. Konsentrasi Substrat​

Substrat merupakan bahan yang akan diubah oleh enzim.

Pada awalnya, peningkatan konsentrasi substrat akan meningkatkan kecepatan reaksi karena semakin banyak molekul substrat yang dapat berikatan dengan enzim.

Namun setelah seluruh sisi aktif enzim terisi, penambahan substrat tidak lagi meningkatkan kecepatan reaksi.

Kondisi ini disebut kejenuhan enzim (enzyme saturation).

Kecepatan reaksi mencapai nilai maksimum (Vmaks) ketika semua sisi aktif enzim telah terisi oleh substrat.


5. Aktivator (Kofaktor)​

Aktivator merupakan zat yang membantu meningkatkan aktivitas enzim.

Pada banyak enzim, aktivator berupa kofaktor, yaitu ion logam seperti Fe, Zn, Mn, atau Ca yang membantu proses katalisis.

Tanpa kofaktor yang sesuai, beberapa enzim tidak dapat bekerja secara optimal.


6. Inhibitor​

Inhibitor adalah zat yang menghambat kerja enzim.

Berdasarkan mekanisme kerjanya, inhibitor dibedakan menjadi dua jenis.

a. Inhibitor Kompetitif​

Inhibitor kompetitif memiliki bentuk yang hampir sama dengan substrat sehingga bersaing menempati sisi aktif enzim.

Akibatnya:

  • substrat gagal berikatan,
  • aktivitas enzim menurun.
Pengaruh inhibitor kompetitif dapat dikurangi dengan meningkatkan konsentrasi substrat sehingga peluang substrat untuk menempati sisi aktif menjadi lebih besar.

Contoh: antibiotik penisilin menghambat enzim transpeptidase pada bakteri. Karena penisilin menyerupai substrat enzim tersebut, ia menempati sisi aktif sehingga pembentukan dinding sel bakteri terganggu dan bakteri mati.


b. Inhibitor Nonkompetitif​

Berbeda dengan inhibitor kompetitif, inhibitor nonkompetitif tidak menempel pada sisi aktif.

Inhibitor ini berikatan pada sisi alosterik, yaitu bagian lain dari enzim.

Akibatnya:

  • bentuk sisi aktif berubah,
  • substrat tidak dapat berikatan,
  • aktivitas enzim menurun.
Berbeda dengan inhibitor kompetitif, pengaruh inhibitor nonkompetitif tidak dapat diatasi hanya dengan menambah konsentrasi substrat, karena perubahan bentuk enzim tetap terjadi.


Ringkasan​

  • Cara kerja enzim dimulai dari pengikatan substrat pada sisi aktif, pembentukan kompleks enzim–substrat, perubahan substrat menjadi produk, kemudian pelepasan produk sehingga enzim dapat digunakan kembali.
  • Mekanisme kerja enzim dijelaskan melalui dua teori, yaitu Lock and Key dan Induced Fit, dengan teori Induced Fit memberikan penjelasan yang lebih sesuai dengan penelitian modern.
  • Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu, pH, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat, aktivator, dan inhibitor.
  • Suhu dan pH yang tidak sesuai dapat menurunkan bahkan menghentikan aktivitas enzim.
  • Inhibitor kompetitif menghambat dengan menempati sisi aktif, sedangkan inhibitor nonkompetitif mengubah bentuk sisi aktif melalui ikatan pada sisi alosterik.
  • Penisilin merupakan contoh inhibitor kompetitif yang menghambat pembentukan dinding sel bakteri melalui penghambatan enzim transpeptidase.
 

Enzim: Pengertian, Struktur, dan Sifat-sifat Enzim​

Setiap makhluk hidup membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai aktivitas kehidupan, seperti bergerak, tumbuh, berkembang biak, memperbaiki jaringan tubuh, hingga mempertahankan fungsi organ. Energi tersebut diperoleh melalui serangkaian reaksi kimia yang berlangsung di dalam sel, yang secara keseluruhan dikenal sebagai metabolisme.

Metabolisme terdiri atas dua proses utama, yaitu:
  • Anabolisme, yaitu proses penyusunan molekul sederhana menjadi molekul yang lebih kompleks dengan memerlukan energi.
  • Katabolisme, yaitu proses penguraian molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana disertai pelepasan energi.
Contoh proses anabolisme adalah fotosintesis pada tumbuhan, sedangkan contoh proses katabolisme adalah respirasi sel yang menghasilkan energi dari penguraian glukosa.

Meskipun reaksi-reaksi metabolisme terjadi secara alami, reaksi tersebut tidak akan berlangsung cukup cepat tanpa bantuan suatu zat khusus yang disebut enzim. Enzim berfungsi sebagai katalis biologis yang mempercepat berlangsungnya reaksi kimia di dalam sel tanpa ikut habis bereaksi. Oleh karena itu, hampir seluruh proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup bergantung pada kerja enzim.

Enzim dalam Kehidupan Sehari-hari​

Tanpa disadari, aktivitas enzim dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika mengunyah nasi dalam waktu yang cukup lama. Awalnya nasi terasa tawar, tetapi lama-kelamaan terasa manis.

Hal ini terjadi karena enzim amilase yang terdapat dalam air liur mengubah amilum (zat pati) menjadi maltosa yang memiliki rasa lebih manis. Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa enzim mampu mengubah suatu zat menjadi zat lain melalui reaksi kimia yang berlangsung sangat cepat.

Pengertian Enzim​

Apa itu Enzim?​

Enzim adalah biomolekul yang berfungsi sebagai katalis biologis, yaitu senyawa yang mempercepat reaksi kimia di dalam makhluk hidup tanpa mengalami perubahan permanen atau habis digunakan selama reaksi berlangsung.

Berbeda dengan katalis buatan di laboratorium, enzim hanya bekerja pada kondisi tertentu yang sesuai dengan lingkungan sel, seperti suhu dan pH tertentu.

Mengapa Sel Membutuhkan Enzim?​

Tanpa enzim, sebagian besar reaksi metabolisme akan berlangsung sangat lambat sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup organisme.

Sebagai contoh:
  • Pencernaan makanan membutuhkan enzim agar nutrisi dapat diserap tubuh.
  • Respirasi sel memerlukan puluhan jenis enzim untuk menghasilkan energi (ATP).
  • Fotosintesis pada tumbuhan juga berlangsung melalui berbagai tahapan reaksi yang masing-masing dikatalisis oleh enzim tertentu.
Dengan demikian, enzim merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dari seluruh aktivitas metabolisme makhluk hidup.

Fungsi Enzim​

Secara umum enzim memiliki beberapa fungsi berikut.
  1. Mempercepat reaksi kimia dalam sel.
  2. Menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi lebih mudah berlangsung.
  3. Mengatur jalannya metabolisme.
  4. Membantu proses pencernaan makanan.
  5. Membantu pembentukan maupun penguraian berbagai senyawa dalam tubuh.

Struktur Enzim​

Sebagian besar enzim memiliki struktur yang cukup kompleks. Berdasarkan penyusunnya, enzim terdiri atas dua komponen utama, yaitu apoenzim dan gugus prostetik. Kedua komponen tersebut bekerja sama membentuk enzim yang aktif.

1. Apoenzim​

Apoenzim merupakan bagian protein dari enzim.

Bagian inilah yang menentukan bentuk enzim serta memiliki sisi aktif (active site), yaitu tempat substrat menempel sebelum reaksi berlangsung.

Karena tersusun atas protein, apoenzim sangat peka terhadap perubahan suhu maupun pH.

Fungsi Apoenzim
  • Menentukan spesifisitas kerja enzim.
  • Menjadi tempat melekatnya substrat.
  • Menentukan bentuk tiga dimensi enzim.

2. Gugus Prostetik​

Tidak semua enzim dapat bekerja hanya dengan apoenzim. Banyak enzim memerlukan komponen tambahan yang disebut gugus prostetik.

Gugus prostetik berfungsi membantu proses katalisis sehingga enzim dapat bekerja secara optimal.

Berdasarkan penyusunnya, gugus prostetik dibedakan menjadi dua jenis.

a. Koenzim
Koenzim merupakan molekul organik nonprotein yang tidak melekat kuat pada apoenzim.

Beberapa contoh koenzim antara lain:
  • NAD (Nicotinamide Adenine Dinucleotide)
  • NADP (Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate)
  • Koenzim A
  • Berbagai vitamin, terutama vitamin B kompleks
Koenzim umumnya berfungsi membawa atom hidrogen, elektron, atau gugus kimia tertentu dari satu reaksi ke reaksi lainnya.

b. Kofaktor
Kofaktor merupakan molekul anorganik, umumnya berupa ion logam.

Contohnya:
  • Fe (besi)
  • Cu (tembaga)
  • Zn (seng)
  • Mn (mangan)
  • Ca (kalsium)
  • K (kalium)
  • Co (kobalt)
Ion-ion logam tersebut membantu berlangsungnya reaksi katalisis pada berbagai jenis enzim.

3. Holoenzim​

Ketika apoenzim telah berikatan dengan koenzim atau kofaktor, terbentuklah holoenzim, yaitu bentuk enzim yang aktif dan mampu mengkatalisis reaksi kimia.

Hubungan ketiga komponen tersebut dapat digambarkan sebagai berikut.

Apoenzim + Koenzim/Kofaktor → Holoenzim (Enzim Aktif)

4. Sisi Aktif Enzim​

Sisi aktif merupakan bagian terpenting dari suatu enzim.

Di bagian inilah substrat akan berikatan sehingga terbentuk kompleks enzim-substrat sebelum akhirnya diubah menjadi produk.

Bentuk sisi aktif menentukan jenis substrat yang dapat berikatan dengan enzim. Oleh karena itu, setiap enzim hanya bekerja terhadap substrat tertentu.

Ringkasan Struktur Enzim​

KomponenPenyusunFungsi
ApoenzimProteinTempat sisi aktif dan menentukan spesifisitas enzim
KoenzimMolekul organik nonproteinMembantu proses katalisis
KofaktorIon logam atau senyawa anorganikMengaktifkan dan membantu kerja enzim
HoloenzimApoenzim + koenzim/kofaktorBentuk enzim yang aktif

Sifat-sifat Enzim​

Enzim memiliki karakteristik yang membedakannya dari katalis biasa. Berikut beberapa sifat penting enzim.

1. Enzim Merupakan Protein​

Sebagian besar enzim tersusun atas protein sehingga memiliki sifat yang sama dengan protein.

Akibatnya, enzim sangat dipengaruhi oleh:
  • suhu,
  • pH,
  • bahan kimia tertentu.
Pada suhu yang terlalu tinggi, protein penyusun enzim mengalami denaturasi, yaitu perubahan struktur sehingga enzim kehilangan fungsinya.

Sebaliknya, pada suhu yang terlalu rendah, aktivitas enzim menurun karena pergerakan molekul menjadi lebih lambat.

Perubahan pH yang terlalu asam maupun terlalu basa juga dapat merusak struktur protein penyusun enzim sehingga aktivitasnya menurun atau bahkan berhenti sama sekali.

2. Enzim Menurunkan Energi Aktivasi​

Setiap reaksi kimia memerlukan sejumlah energi awal yang disebut energi aktivasi.

Energi aktivasi merupakan energi minimum yang harus dimiliki molekul agar reaksi dapat dimulai.

Enzim bekerja dengan cara menurunkan energi aktivasi, sehingga reaksi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan jika tanpa enzim.

Yang perlu dipahami, enzim tidak menambah energi reaksi, melainkan hanya menyediakan jalur reaksi yang lebih mudah sehingga energi yang dibutuhkan menjadi lebih kecil.

3. Enzim Bersifat Spesifik​

Setiap enzim hanya bekerja terhadap substrat tertentu.

Sebagai contoh:
  • Enzim amilase hanya menguraikan amilum menjadi maltosa.
  • Amilase tidak dapat mengubah maltosa menjadi glukosa.
  • Amilase juga tidak dapat mengubah lemak ataupun protein.
Karena itulah dikenal prinsip:

One enzyme, one substrate
Artinya, satu jenis enzim hanya bekerja pada satu jenis substrat tertentu.

4. Enzim Dipengaruhi Faktor Lingkungan​

Aktivitas enzim dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, yaitu:
  • suhu,
  • pH,
  • konsentrasi substrat,
  • aktivator,
  • inhibitor.
Setiap enzim memiliki kondisi optimum agar dapat bekerja secara maksimal. Apabila kondisi lingkungan berubah terlalu jauh dari kondisi optimum tersebut, aktivitas enzim akan menurun bahkan dapat berhenti.

5. Enzim Tidak Habis Digunakan​

Selama reaksi berlangsung, enzim hanya membantu mempercepat reaksi tanpa mengalami perubahan permanen.

Setelah produk terbentuk, enzim akan kembali seperti semula sehingga dapat digunakan kembali untuk mengkatalisis reaksi berikutnya.

Sifat inilah yang membuat jumlah enzim yang relatif sedikit mampu mengkatalisis ribuan bahkan jutaan reaksi selama masih berada dalam kondisi yang sesuai. (Penjelasan tambahan untuk memperjelas konsep.)

6. Enzim Bekerja Sangat Efisien​

Satu molekul enzim dapat mengubah banyak molekul substrat dalam waktu yang singkat.

Efisiensi inilah yang memungkinkan seluruh proses metabolisme dalam tubuh berlangsung cepat dan terkoordinasi. (Penjelasan tambahan untuk memperjelas konsep.)

Poin Penting​

  • Enzim merupakan katalis biologis yang mempercepat reaksi metabolisme.
  • Enzim tersusun atas apoenzim dan gugus prostetik (koenzim atau kofaktor).
  • Apoenzim yang berikatan dengan gugus prostetik membentuk holoenzim, yaitu enzim aktif.
  • Bagian enzim yang berikatan dengan substrat disebut sisi aktif.
  • Enzim menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi berlangsung lebih cepat.
  • Setiap enzim bersifat spesifik terhadap substrat tertentu.
  • Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu, pH, konsentrasi substrat, aktivator, dan inhibitor.
  • Enzim tidak habis digunakan selama reaksi berlangsung sehingga dapat digunakan berulang kali.
 
Terakhir diedit:
Status
Tidak terbuka untuk balasan lebih lanjut.
Similar content Most view View more

Trending content

Forum statistik

Topik
133
Pesan
184
Anggota
249
Anggota terbaru
Doubell
Back
Top